liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
Warunk Upnormal, Restoran Kekinian Terdampak Pandemi Mulai Tutup Gerai

Penutupan cabang Warunk Upnormal menjadi perbincangan pengguna media sosial Twitter belakangan ini. Bahkan, resto kekinian yang satu ini ramai dan menjadi salah satu pilihan anak muda untuk nongkrong.

Sebagian percakapan berpusat pada tweet dari akun bot memasak dengan nama pengguna @FOODFESS2. Netizen pun langsung merespon.

Mereka terkejut dan berbagi pengalaman mereka di restoran. Ada yang bilang kalau cabang Warunk Upnormal di area kampus selalu ramai bahkan kehabisan tempat parkir di tahun 2016 dan 2017.

Pelajar adalah bagian dari target audiens Warunk Upnormal. Induk perusahaannya, PT Citarasarima Indonesia Berjaya (CRP), menulis tentang pilihan generasi Z dan milenial untuk berkumpul di restoran bahkan menginspirasi logo tersebut.

“Padahal, ikon tersebut melambangkan kegembiraan dan keceriaan generasi masa kini yang sedang hype, dinamis, kreatif, dan penuh ide sebagai target pasar Upnormal,” tulis CRP dalam situsnya.

Suasana Upnormal Coffee Roasters di Cihampelas, Bandung. (Katadata/Hindra K. Wijaya)

Sejarah Warunk Upnormal

CRP meluncurkan Warunk Upnormal pada tahun 2014 di Bandung, Jawa Barat. Restoran ini menempati area seluas empat kali 12 meter.

“Waktu itu saya bilang warkop ini akan bersaing dengan hijau (kedai kopi),” ujar Founder dan Marketing Director CRP Group Rex Marindo kepada Katadata.co.id pada 17 Oktober 2018. Ia merujuk pada brand kopi asing. kedai.yang logonya hijau.

Bisnis restoran sedang booming. Jumlah cabang Warunk Upnormal sudah mencapai 80 dalam empat tahun.

Belakangan, perusahaan meluncurkan dua restoran lagi, Nasi Goreng Rampah Mafia dan Bakso Boedjangan. Selain itu, CRP juga mengelola Sambal Khas Karmila. Menurut situs resmi CT Corp, Warunk Upnormal dan Bakso Boedjangan masuk dalam portofolio bisnis ritel konglomerasi Chairul Tanjung.

Saat memulai usaha, kata Rex, skala usaha bukanlah persoalan utama. Hal yang mendasar justru adalah visi jangka panjang perusahaan. “Saat memulai usaha, saya selalu optimis akan berhasil,” ujarnya.

Kopi Upnormal (Katadata/Hindra K. Wijaya)

Strategi Warunk Normal

Fokus pengembangan bisnis CRP adalah menjual kekayaan dan keunikan kuliner lokal. Warunk Upnormal menarik perhatian anak muda dengan menawarkan makanan berbahan dasar mi instan merek Indomie dengan berbagai rasa. Restoran ini misalnya menjual Indomie dengan keju, susu, daging atau kikil.

Harga mi instan berkisar antara Rp 7.000 hingga Rp 30.000. Warunk Upnormal juga menjual roti bakar, nasi wagyu dan pisang bakar, serta dessert. Ini mirip dengan tempat lain di mana anak muda berkumpul.

Namun, wabah Covid-19 mempengaruhi kinerja Warunk Upnormal. Pembatasan aktivitas mencegah anak muda berkumpul di restoran. Pemerintah telah menerapkan pembatasan aktivitas di area publik alias PPKM hingga Desember 2022.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produk domestik bruto (PDB) sektor makanan dan minuman turun 6,3% pada 2020 dibandingkan tahun sebelumnya. Butuh waktu dua tahun untuk bangkit ke kondisi normal sebelum pandemi. Pada tahun 2022, sektor ini akan tumbuh 10,2% secara tahunan.

BPS juga mencatat industri makanan dan minuman negara atas dasar harga berlaku (ADHB) sebesar Rp 1,12 kuadriliun pada tahun 2021. Nilai tersebut merupakan bagian 38,05% dari industri pengolahan nonmigas atau 6,61% dari PDB negara yang mencapai Rp 16,97 milion lipat empat.

Industri makanan dan minuman merupakan salah satu dari 9 subsektor industri pengolahan nonmigas yang mencatatkan pertumbuhan pada tahun 2021. Sementara itu, 8 subsektor lainnya dari 17 sektor mengalami kontraksi.

Pertumbuhan PDB industri makanan dan minuman tersebut sejalan dengan pertumbuhan pengeluaran konsumsi masyarakat untuk kebutuhan makanan dan minuman (selain restoran) sebesar 1,44% tahun lalu dibandingkan tahun sebelumnya.

Warunk Upnormal mencoba beradaptasi dengan kebiasaan baru konsumen di masa pandemi Covid-19. Kustomisasi ini mencakup transaksi bebas antrean, melalui fitur Pay on Schedule di aplikasi seluler Upnormal App.

“Sejak awal pandemi COVID-19, kami selalu berusaha beradaptasi dengan menyesuaikan layanan untuk memberikan rasa aman, nyaman dan menjadi andalan masyarakat selama wabah ini,” kata CRP dalam situsnya pada tahun 2020.