liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
BOSSWIN168 BOSSWIN168
BARON69
COCOL88
MAX69 MAX69 MAX69
COCOL88 COCOL88 LOGIN BARON69 RONIN86 DINASTI168 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 MABAR69 COCOL88
ronin86
bwtoto
bwtoto
bwtoto
master38
Logo

Miliarder Singapura Ong Beng Seng ditangkap Selasa lalu (11/7) terkait kasus korupsi yang melibatkan Menteri Transportasi Singapura S Iswaran. Tiga hari kemudian, Biro Investigasi Praktik Korupsi Singapura, atau CPIB, membebaskan Ong dengan jaminan.

The Straits Times mencatat, miliuner itu kemudian pergi ke Bali pada 14 Juli dan kembali ke Singapura dengan jet pribadi pada Senin (17/7). Sebelumnya, Ong diizinkan bepergian ke luar negeri dengan jaminan 100 ribu dolar Singapura atau setara Rp 1,13 miliar.

Jika ditelaah, kasus korupsi menteri ini merupakan yang pertama dalam tiga dekade. Menteri Singapura terakhir yang diselidiki atas dugaan korupsi adalah Teh Cheang Wan pada 1986.

Saat itu, Teh menjabat sebagai Menteri Pembangunan Nasional. Ia diperiksa CPIB karena dicurigai menerima suap US$1 juta dari sektor swasta. Namun kasus ini tidak dilanjutkan karena Teh bunuh diri.

Beralih ke Ong, Forbes menyebut kekayaannya pada 2022 mencapai US$ 1,75 miliar atau setara Rp 26,25 triliun. Dengan uang itu, dia menduduki peringkat ke-24 dalam daftar 50 Orang Singapura Terkaya versi Forbes tahun lalu.

Namanya dikenal sebagai direktur utama Hotel Properties, perusahaan publik Lion Country yang mengelola Four Seasons, Hilton, dan lain-lain. Menurut Forbes, Hotel Properties bersama dengan agen investasi milik Singapura, Temasek, pernah membeli aset media real estate dari Singapore Press Holdings. Transaksi yang terjadi pada Mei 2022 itu bernilai US$ 2,8 juta atau setara Rp 42 miliar.

Motor-F1-Singapura (ANTARA FOTO/REUTERS/Feline Lim)

Cari Untung di Perusahaan Mertua

Situs resmi pemerintah Singapura mencatat Ong lahir di Sabah, Malaysia pada 1946. Ia dan keluarganya pindah ke Singapura pada 1950, saat Ong berusia empat tahun. Pria itu belajar di sekolah Inggris-Singapura dan aktif dalam olahraga lompat jauh.

Dia memperoleh gelar sarjana di bidang asuransi setelah belajar di Inggris, kemudian bekerja di penjaminan asuransi dan broker di Eropa. Channel News Asia menulis, dia mendapatkan keuntungan pertamanya dengan menjual asuransi pengiriman. Pada tahun 1972, saat berusia 26 tahun, Ong bergabung dengan Motor & General Underwriters Investment Holdings.

Tiga tahun kemudian, Ong yang akrab disapa OBS bergabung dengan ayah mertuanya, Peter Fu Yun Siak. Perusahaan bernama Kuo International ini terlibat dalam pembelian dan penjualan minyak bumi. Di sinilah keunggulan OBS, karena berhasil memprediksi fluktuasi harga minyak secara akurat, sehingga menghasilkan peningkatan pesat dalam pendapatan perusahaan.

Dengan kesuksesan tersebut, Ong mencoba peruntungan di bisnis real estate. Ia mendirikan Hotel Properties Limited pada tahun 1980 dan mengakuisisi beberapa hotel dan properti lainnya. Hanya butuh waktu dua tahun bagi perusahaan ini untuk tercatat di Bursa Efek Singapura.

Meski bisnis real estat Ong berbasis di Singapura, asetnya tersebar di seluruh dunia. Misalnya, beberapa hotel di bawah grup InterContinental, Hard Rock Hotels, hingga Marriott International. Hotel Properties bahkan tercatat memiliki aset di Seychelles, Vanuatu, Bhutan, Amerika, Inggris, hingga Indonesia.

Motor-F1-Singapura (ANTARA FOTO/REUTERS/Feline Lim)

Keterlibatan dengan Formula 1 Singapura

Awalnya Ong menawarkan untuk membangun lintasan F1 di Laguna Country Club pada tahun 1989 namun ditolak oleh pemerintah setempat. Namun, ia berhasil membawa F1 ke Singapura pada 2008. The Straits Times mencatat bahwa salah satu faktor kesuksesannya adalah kedekatannya dengan mantan kepala eksekutif Grup Formula Satu Bernie Ecclestone.

Sejak saat itu balapan F1 diadakan setiap tahun di Singapura, kecuali pada tahun 2020 dan 2021 saat wabah melanda.

Kontrak Singapura untuk menjadi tuan rumah Grand Prix Formula 1 ditandatangani pada 2022, dan berlaku selama tujuh tahun. Ong memiliki hak atas Grand Prix Singapura dan merupakan promotor utama balapan tersebut.

Mengutip The Independent, Ong akan bertanggung jawab atas 40% penyelenggaraan lomba ini. Sisanya 60% didanai oleh Singapore Tourism Board.

F1 Singapura diperkirakan menelan biaya US$ 135 juta atau setara Rp 2,02 triliun. Dari situ, keuntungan diperkirakan mencapai US$ 1,13 miliar atau setara Rp 16,9 triliun sejak pertama kali digelar pada 2008.

Kesuksesannya membawa F1 ke Singapura plus kedekatannya dengan Menteri Irawan menyeret Ong ke kasus korupsi. Ini bukan kasus pertama. Pada 1996 ia juga terlibat dalam tuduhan korupsi yang mengguncang Perdana Menteri Lee Kuan Yew.

COCOL88 GACOR77 RECEH88 NGASO77 TANGO77 PASUKAN88 MEWAHBET MANTUL138 EPICWIN138 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21