liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
Logo

Bank raksasa Jepang Mitsubishi UFJ Financial Group atau MUFG akan mengakuisisi perusahaan pembiayaan sepeda motor PT Mandala Mutifinance Tbk (MFIN) senilai US$ 465 juta atau sekitar Rp 7 triliun.

Akuisisi dilakukan dengan membeli 80% saham. Dalam aksi tersebut, MUFG menggandeng unit usahanya yaitu PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (AMDF). MUFG dan Adira akan membeli saldo tersebut melalui penawaran tender.

Langkah ini merupakan salah satu cara untuk memanfaatkan pertumbuhan kelas menengah seiring dengan pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara. MUFG berharap dapat memanfaatkan permintaan pembiayaan yang kuat di kalangan kelas menengah Indonesia.

MFIN telah tercatat di Bursa Efek sejak tahun 2005

Perusahaan pembiayaan ini didirikan pada 21 Juli 1997 yang fokus pada bisnis pembiayaan sepeda motor, elektronik, furniture, dan pembiayaan multiguna lainnya. Mandala Finance resmi berpartisipasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2005 dengan kode MFIN.

MFIN mencatatkan 24,53% sahamnya. Sejak awal pencatatan hingga tahun 2017, jumlah saham yang dimiliki publik sebanyak 325.000.000 lembar atau sekitar 24,53%.

Pada tahun 2018, perseroan melakukan stock split yang menyebabkan perubahan nilai nominal saham. Semula senilai Rp 100 (Rupiah penuh) per saham dengan total 1.325.000.000 saham disetor penuh, menjadi Rp 50 (Rupiah penuh) per saham dengan total 2.650.000.000 saham.

Pemecahan tersebut menjadikan total saham yang dimiliki publik menjadi 650.000.000 saham. Tindakan tersebut merupakan keputusan resmi Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan pada tanggal 5 Juni 2018 sebagaimana dituangkan dalam Akta Notaris Leolin Jayayanti, SH, M.Kn. Tidak. 16 tanggal 5 Juni 2018.

Menurut situs resmi Mandala Finance, pemegang saham mayoritas saat ini adalah PT Jayamandiri Gemasejati yang memiliki 70,42% saham, disusul Komisaris Utama Alex Hendrawan yang memiliki 5,06% saham. Kepemilikan saham publik atau publik tercatat sebesar 24,52%.

Kinerja perseroan terus tumbuh seiring dengan meningkatnya permintaan masyarakat terhadap berbagai bidang pembiayaan, termasuk pembiayaan kendaraan. Pertumbuhan tersebut terlihat dari pangsa laba bersih sebesar Rp658,51 miliar pada tahun 2022, meningkat sebesar 35,71% dibandingkan tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, perseroan membukukan pendapatan 2022 sebesar Rp 2,21 triliun. Angka ini meningkat 24,54% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Perolehan pendapatan ini berasal dari pembiayaan baru yang tercatat sebesar Rp5,19 triliun atau meningkat 3,13% secara tahunan.

Tumbuh bersama Unit Usaha Syariah

Untuk memenuhi permintaan pasar akan pembiayaan syariah, perusahaan mendirikan Unit Usaha Syariah pada April 2006 berdasarkan Rekomendasi Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia No.U-075/DSN-MUI/IV/2006.

Perseroan juga memperoleh izin unit usaha syariah dari Dewan Jasa Keuangan dengan No.KEP-125/NB.223/2015 pada 9 Juni 2015.

Pada tahun 2021, porsi pembiayaan syariah mencapai 20% dari total portofolio pembiayaan. Ruas ini terus bertambah setelah mendapat dukungan dana dari lembaga keuangan asal Timur Tengah, The Islamic Corporation for the Development of the Private Sector (ICD) senilai US$ 30 juta, dengan total fasilitas US$ 50 juta.

Untuk mendukung bisnis syariah ini, pada 2021 perseroan akan menerbitkan obligasi mudharabah sebesar Rp 350 miliar dan Rp 650 miliar pada 2022.

Pada 22 Juni 2023, perseroan kembali menerbitkan obligasi mudharabah. Sukuk Mudharabah Abadi Mandala 2023 Tahap III ditawarkan dalam dua seri.

Seri A ditawarkan dengan nilai pokok Rp300 miliar, dengan bagi hasil sebesar 7% per tahun. Sedangkan seri B ditawarkan dengan nilai pokok Rp. 200 miliar, dengan bagi hasil setara 8,50% per tahun.