liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Profil Dirut Moratelindo (MORA) yang Jadi Tersangka Korupsi BTS

Kejaksaan Agung telah menetapkan Direktur Utama PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) Galumbang Menak sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek penyiapan infrastruktur stasiun pemancar penerima (BTS) di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Bos penerbit telekomunikasi itu ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu (4/1).

Direktur Penindakan (Dirdik) Jampidsus Kejaksaan Agung RI Kuntadi mengatakan, dua tersangka lainnya adalah Anang Achmad Latif (AAL) selaku Direktur Utama BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan Yohan Suryanto (YS) sebagai Human Development Specialist (HUDEV) di Universitas Indonesia pada tahun 2020. Setelah dalam pemeriksaan, Kejagung langsung menahan tiga tersangka hingga 23 Januari.

“Berdasarkan dua barang bukti tersebut, tim penyidik ​​Jampidsus menaikkan penyidikan umum ke tingkat penyidikan khusus dengan menetapkan tiga orang sebagai tersangka,” kata Kuntadi seperti dikutip Antara, Kamis (5/1).

Merujuk situs resmi moratelindo, Galumbang lulus dengan gelar Sarjana Teknik dari Universitas Indonesia jurusan teknik elektro pada tahun 1992. Setelah lulus, ia bekerja sebagai insinyur di PT Telekomunikasi Indonesia hingga tahun 1996.

Dari Telkom kemudian pindah ke PT Telekomindo Primabakti (Rajawali Group) dan menjabat sebagai Senior Business Development Manager. Setahun kemudian pindah ke PT Wahana Lintas Sentral Komikndo dan dipercaya sebagai Direktur Operasi hingga tahun 2004.

Pada tahun 2001, Galumbang didapuk menjadi Direktur Utama PT Moratelindo. Kemenag merupakan salah satu penyedia infrastruktur dan jaringan telekomunikasi swasta terbesar di Indonesia yang didirikan pada tahun 2000.

Moratelindo terlibat dalam kegiatan telekomunikasi kabel, penyedia layanan internet, layanan interkoneksi internet (NAP). Kemenag terkait Grup Sinarmas dengan masuknya Smartfren (FREN) melalui PT Smart Telecom dengan kepemilikan 18,2 persen.

Selain menjabat sebagai pimpinan Kemenag, masih merujuk pada website Moratelindo, Galumbang juga menjabat sebagai Presiden Direktur di PT Gema Lintas Benua, PT Oxygen Multimedia Indonesia, PT Oxygen Infrastructure Indonesia. Sejak tahun 2012 juga menjadi komisaris di Nusatrip.com dan PT Palapa Ring Barat.

Nama Galumbang Menak juga muncul sebagai sosok di balik PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) yang melakukan Penawaran Umum Perdana pada November 2022. Berdasarkan prospektus KETR, Galumbang disebut sebagai ultimate owner atau pengendali. Saat IPO Ketrosden, Galumbang tercatat menguasai 30,17 persen saham Kemenag.

Dugaan Korupsi Proyek BTS

Kuntadi menjelaskan, dalam kasus korupsi tersebut, tersangka terlibat dalam proyek pembangunan infrastruktur perbatasan, daerah terluar dan tertinggal berupa 4.200 BTS site. Namun, dalam perencanaan dan pelaksanaan lelang, tersangka diduga memanipulasi dan mengkondisikan penawaran.

“Sehingga dalam proses pengadaan tidak ada syarat persaingan yang sehat, hingga akhirnya diduga ada biaya mahal yang harus dibayar negara,” kata Kuntadi.

Soal peran tersangka, Anang sengaja mengeluarkan aturan yang sudah diatur sedemikian rupa untuk menutup peluang bagi calon peserta lainnya. Sedangkan Gelumbang berperan untuk bersama-sama memberikan masukan dan saran kepada tersangka AAL dalam Peraturan Direktur Utama atas beberapa hal yang diketahui bertujuan untuk menguntungkan vendor dan konsorsium serta Moratelindo. Dalam proyek ini, Kemenag menjadi salah satu pemasok salah satu perangkat tersebut.

Sedangkan tersangka YS secara tidak sah menggunakan HUDEV Institute milik UI untuk melakukan kajian teknis yang mengakomodir kepentingan AAL. Kolusi ini menyebabkan harga terlalu tinggi di OE.

Akibat perbuatan tersangka dijerat dalam Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 dan Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 Sehubungan dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP.

Kasus ini dinaikkan ke tahap penyidikan pada Rabu (3/11/2022) tahun lalu, setelah penyidik ​​menggelar perkara dan memeriksa sekitar 60 saksi di tahap penyidikan. Berdasarkan hasil pengungkapan tersebut diputuskan bahwa terdapat cukup bukti untuk meningkatkan penyidikan terhadap dugaan tindak pidana korupsi penyediaan infrastruktur BTS dan infrastruktur pendukung Paket 1,2,3,4 dan 5 BAKTI Kominfo dari 2020 sampai 2022. .

Dalam kegiatan penggeledahan yang dilakukan di lima tempat yang diduga terkait dengan tindak pidana yang dilakukan, yakni kantor PT Fiberhome Technologies Indonesia, PT Aplikanusa Lintasarta, PT Infrastruktur Bisnis Sejahtera, PT Sansasine Exindo, PT Moratelindo, PT Excelsia Mitraniaga Mandiri, dan PT ZTE Indonesia . Dokumen penting terkait penanganan kasus ditemukan.

Ada lima paket proyek yang dikelola oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo yang berada di daerah 3T yang merupakan daerah terluar, tertinggal dan terpencil seperti Papua, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera dan NTT. Wilayahnya meliputi daerah terluar dan tertinggal di Indonesia, terutama daerah terpencil. Di Papua, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera dan NTT.

Proyek dimulai pada akhir tahun 2020 yang dibagi menjadi dua tahap dengan target mencapai 7.904 tempat kosong dan 3T pada tahun 2023. Pada tahap pertama BTS standing, ditargetkan selesai di 4.200 lokasi pada tahun 2022 dan sisanya selesai. pada tahun 2023.