liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
Profil Bapanas, Lembaga Perumus Kebijakan Ekspor-Impor Pangan

Badan Pangan Nasional atau dikenal dengan Badan Pangan telah menugaskan Badan Urusan Logistik untuk mengimpor beras sebanyak 2 juta ton. Sebanyak 500 ribu ton akan segera masuk ke Indonesia dan sisanya hingga akhir tahun 2023.

Beras tersebut berasal dari India, Pakistan, Myanmar, Vietnam dan Thailand. Pemerintah berencana mengimpor pangan tersebut untuk memenuhi program bansos.

Bantuan sosial itu menyasar 21,3 juta jiwa. Setiap keluarga akan menerima 10 kilogram beras.

Sedangkan stok beras dalam negeri saat ini hanya 220 ribu ton per 25 Maret 2023. “Jadi banyak kegiatan pemerintah yang harus dilakukan seperti bansos pangan,” kata Ketua Babasana Arief Prasetyo Adi, Senin (27/2). 3).

Apa itu Baba?

Badan ini merupakan lembaga yang merumuskan kebijakan ekspor-impor pangan. Didirikan pada Juli 2021, pemerintah mendelegasikan beberapa kewenangan kementerian terkait kepada Bapanas.

Dalam Peraturan Presiden No. 66 Tahun 2021 pasal 28 menyebutkan bahwa Menteri Perdagangan melanjutkan kewenangannya dalam urusan “perumusan kebijakan dan penetapan persyaratan ekspor dan impor pangan”. Peraturan tersebut juga melimpahkan kewenangan Menteri Perdagangan dalam hal “merumuskan kebijakan dan menetapkan kebijakan stabilisasi harga dan distribusi pangan” kepada Babanas.

Sebagian besar fungsi Babana terkait dengan kebijakan ketersediaan pangan, stabilisasi pasokan dan harga pangan, kerawanan pangan dan gizi, diversifikasi konsumsi pangan, dan ketahanan pangan. Selain itu, lembaga ini juga mengembangkan sistem informasi pangan.

Suku Baba bertugas membawahi sembilan komoditas, yakni beras, jagung, kedelai, gula pasir, bawang merah, telur ayam, daging ruminansia, daging ayam, dan cabai.

Ilustrasi produksi beras nasional. (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/rwa.)

Perbedaan antara Badanan dan BKP

Kehadiran Bapanas menggantikan Badan Keamanan Pangan (BKP). Meski tugasnya serupa, namun kedua lembaga tersebut memiliki posisi yang berbeda. Bapanas bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Di sisi lain, BKP milik Kementerian Pertanian.

Badanan lahir saat prevalensi kekurangan pangan di Indonesia semakin meningkat di tengah pandemi Covid-19. Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk yang mengkonsumsi makanan lebih sedikit dari kebutuhan energinya akan meningkat menjadi 10,21% pada tahun 2022 dari 8,34% pada tahun 2020.

Di pertengahan Ramadan dan menjelang Idulfitri, kenaikan harga pangan masih membayangi Babanas. Berdasarkan data BKPM, harga rata-rata beras medium, misalnya, kemarin tercatat Rp 11.900 per kilogram. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dari harga eceran tertinggi, yakni antara Rp 10.900 per kilogram dan Rp 11.800 per kilogram.

Bapanas mencoba mengatasi persoalan stabilitas harga beras dengan mengalihkan pasokan dari daerah yang kelebihan stok ke daerah yang defisit. Rabu pekan lalu, dinas mendistribusikan 800 ton beras ke beberapa daerah di Nusa Tenggara Timur dari Jawa Timur.