liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Price to Book Value Adalah Rasio Analisa Saham, ini Penjelasannya

Price to book value adalah istilah yang digunakan untuk menilai apakah suatu saham itu murah atau mahal. Untuk mengetahuinya, investor terlebih dahulu harus memahami rumus nilai buku seperti yang telah dijelaskan pada artikel sebelumnya.

Nilai buku didefinisikan sebagai modal yang dikuasai oleh perusahaan. Untuk jumlah yang diperoleh dari perhitungan total aset dengan hutang. Biasanya nilai buku akan dicantumkan pada kolom aset neraca perusahaan.

Dilansir dari Jurnaltsm.id, price to book value adalah alat untuk mengukur nilai suatu perusahaan dengan cara membagi harga per saham dengan nilai buku per saham. Jika nilai PBV kurang dari 1 maka dapat dikatakan harga saham tersebut murah, namun jika lebih besar dari 1 maka harga saham tersebut dikatakan mahal.

Penggunaan Harga untuk Nilai Buku

Menggunakan harga untuk nilai buku (Unsplash)

Mengutip Landx.id, sebagai salah satu rasio keuangan, fungsi price to book value adalah untuk menganalisis kondisi keuangan suatu perusahaan. Dengan begitu, Anda bisa melihat seberapa baik perusahaan mampu menghasilkan modal investasi.

PBV juga dapat digunakan untuk memperkirakan harga saham yang berkontribusi terhadap pembiayaan aset bersih perusahaan. Dengan melihat nilai PBV, investor dapat melihat apakah harga saham saat ini di pasar sudah sesuai dengan nilai buku perusahaan.

Nilai PBV membantu investor untuk mengkategorikan saham apakah overvalued atau undervalued sehingga dapat diketahui apakah nilai saham saat ini lebih tinggi atau lebih rendah dari nilai aset perusahaan. Jika Anda sudah memahami apa itu rasio PBV, Anda juga perlu mengetahui cara menghitungnya.

Membandingkan Nilai PBV Antar Saham

Membandingkan nilai PBV antar saham (Freepik)

Bagi investor yang membandingkan nilai PBV sebagai salah satu pertimbangan dalam melakukan analisis saham, diperlukan perbandingan yang tepat. Analisis perbandingan dapat dilakukan antara industri atau usaha sejenis agar hasil perbandingan lebih optimal.

Setiap industri biasanya memiliki PBV yang berbeda-beda sehingga lebih tepat jika PBV tersebut dibandingkan dengan industri sejenis. Misalnya, jika Anda menganalisis saham perbankan, Anda bisa melihat harga saham perbankan lain agar lebih jelas perbandingannya.

Analisis Saham dengan Rasio Keuangan

Rasio PBV membantu investor melihat harga wajar suatu saham sehingga mereka dapat mempertimbangkan kembali sebelum memutuskan untuk membelinya. Namun, PBV bukanlah satu-satunya rasio yang dapat digunakan untuk menganalisis suatu saham.

Saat melakukan analisis saham, Anda perlu melihat rasio keuangan lainnya seperti rasio PER, P/E dan jenis rasio keuangan lainnya. Pelajari juga tentang pengaruh rasio pembayaran dividen, rasio lancar, laba atas aset, ukuran perusahaan, rasio utang terhadap ekuitas, dan pertumbuhan aset terhadap nilai buku terhadap harga. Berikut penjelasan lengkapnya, menurut Jurnaltsm.id:

1. Price to Book Value Rasio Pembayaran Dividen dan Price to Book Value

Menurut Cornett (2015.87), dividend payout ratio dikatakan sebagai ukuran kebijakan dividen dimana dividend payout ratio adalah persentase keuntungan yang dibayarkan kepada pemegang saham secara tunai. Ada pengaruh dividend payout ratio terhadap price to book value.

2. Current Ratio dan Price to Book Value

Menurut Murhadi (2015, 57), rasio lancar merupakan rasio yang biayanya digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun.

Sedangkan menurut Houston (2014, 102), rasio lancar merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan membagi aktiva lancar dan kewajiban lancar. Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat dibangun hipotesis bahwa terdapat pengaruh current ratio terhadap price to book value.

3. Ukuran dan Harga Perusahaan menurut Nilai Buku

Menurut Pramana dan Mustanda (2016), perusahaan besar lebih mudah mendapatkan kepercayaan dari kreditur untuk mendapatkan sumber pendanaan guna meningkatkan nilai perusahaan. Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat dibangun hipotesis bahwa ada harga untuk nilai buku.

4. Debt to Equity Ratio dan Price to Book Value

Menurut Kasmir (2014, 157), debt to equity ratio adalah rasio yang digunakan untuk menilai hutang terhadap ekuitas. Caranya dengan membandingkan jumlah utang saat ini dengan seluruh ekuitas. Tujuan dari rasio ini adalah untuk menghitung jumlah dana yang disediakan oleh peminjam dan pemilik perusahaan.

5. Pengembalian Aset dan Harga sesuai Nilai Buku

Menurut Brigham dan Houston (2014, 112), return on assets adalah kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba melalui aset yang ada. Semakin besar kemampuan perusahaan untuk memperoleh harga pasar maka perusahaan akan meningkat.

Price to book value adalah salah satu istilah yang digunakan untuk menilai apakah saham yang dibeli mahal atau tidak. Analisis saham tidak hanya dilakukan dengan melihat harga terhadap nilai buku tetapi juga mengetahui rasio-rasio lainnya.