liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Dinilai Tak Tepat Sasaran, Subsidi Mobil Listrik Diusulkan untuk Bus

Pemerintah semakin serius merealisasikan insentif pembelian kendaraan listrik. Hal itu terlihat dari agenda rapat internal Presiden Joko Widodo dengan sejumlah kementerian terkait pada Jumat (13/1) pagi.

Salah satu pejabat yang hadir di Istana Negara adalah Menteri ESDM Arifin Tasrif. Ia mengatakan, rapat internal dengan Presiden Jokowi pagi ini membahas rencana pemerintah menciptakan ekosistem kendaraan listrik.

Di antara yang dibahas adalah masalah penghitungan insentif kendaraan listrik, baik roda empat maupun roda dua, termasuk subsidi untuk pembelian mobil listrik dan sepeda motor listrik.

“Yang dibahas adalah strategi bagaimana pemerintah bisa menggunakan sumber daya alam kita untuk menghasilkan industri besar dan memberikan banyak nilai tambah. Diskon juga sedang dibahas,” kata Arifin saat ditemui di kantor Kementerian ESDM dan Kementerian ESDM. Mineral Resources, Jumat (13/1), hari tengah.

Selain menciptakan ekosistem kendaraan listrik di tanah air, Arifin juga menyampaikan langkah pemerintah mengangkat sektor pengembangan kendaraan listrik menjadi salah satu komoditas ekspor tanah air. Berorientasi ekspor, sehingga nilai tambah optimal, kata Arifin.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pemerintah akan membagikan insentif kepada konsumen yang membeli kendaraan listrik buatan pabrik di Indonesia.

Insentif ini akan dialokasikan untuk pembelian mobil listrik berbasis baterai senilai Rp 80 juta per unit dan mobil berbasis hybrid senilai Rp 40 juta per unit. Untuk insentif kendaraan roda dua, pemerintah mengalokasikan Rp8 juta untuk setiap unit sepeda motor listrik baru dan Rp5 juta untuk konversi sepeda motor konvensional ke listrik.

Agus mengatakan, untuk merealisasikan penyaluran insentif, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan. Salah satu poin pembahasan adalah sumber pendanaan yang akan digunakan sebagai insentif kendaraan listrik.

“Kami belum tahu sumber pendanaan insentif, ini sedang dibahas. Saya sudah bertemu dengan Menkeu, kami sudah melakukan diskusi formal dan informal terkait insentif ini,” kata Agus kepada wartawan di Kantor Kementerian Perekonomian, Rabu. (21/12/2022 ).

Politisi Partai Golkar itu mengatakan, pihaknya kini akan berkomunikasi dengan DPR terkait pembagian insentif untuk semua kendaraan listrik atau Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).

Hal itu dilakukan mengingat rencana pemberian insentif kendaraan listrik tidak masuk dalam alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023. “Mekanismenya ada, tapi pasti akan kami bicarakan dengan DPR,” kata Agus lagi.