liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
BOSSWIN168 BOSSWIN168
BARON69
COCOL88
MAX69 MAX69 MAX69
COCOL88 COCOL88 LOGIN BARON69 RONIN86 DINASTI168 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 MABAR69 COCOL88
ronin86
bwtoto
bwtoto
bwtoto
master38
Logo Katadata

Sejumlah negara berselisih mengenai kemungkinan kesepakatan untuk menghentikan penggunaan bahan bakar fosil pada pertemuan puncak COP28 di Dubai, Sabtu (9/12), setelah OPEC menolak mentah-mentah usulan tersebut. Perselisihan ini mengancam upaya untuk memberikan komitmen pertama untuk mengakhiri penggunaan minyak dan gas dalam 30 tahun pembicaraan mengenai pemanasan global.

Arab Saudi dan Rusia termasuk di antara beberapa negara yang bersikeras agar konferensi di Dubai hanya berfokus pada pengurangan emisi karbon dan tidak menargetkan bahan bakar fosil yang menyebabkan polusi iklim. Di sisi lain, setidaknya 80 negara termasuk Amerika Serikat (AS), Uni Eropa, dan banyak negara miskin yang rentan terhadap iklim menuntut agar kesepakatan COP28 menyerukan dengan jelas agar penggunaan bahan bakar fosil segera diakhiri.

Presiden COP28 Sultan Al-Jaber mengatakan kepada negara-negara untuk mempercepat pekerjaan mereka untuk menemukan kesepakatan akhir, dengan mengatakan bahwa “masih ada lebih banyak perbedaan daripada kesepakatan”.

“Jendela untuk menutup kesenjangan yang ada sudah semakin dekat,” ujar Al-Jaber pada pertemuan tersebut, Sabtu (9/12) malam, seperti dikutip Reuters.

Sekretaris Jenderal OPEC Haitham Al Ghais sebelumnya mengatakan bahwa COP28 harus melakukan pendekatan yang realistis dalam mengatasi emisi. “Pendekatan yang memungkinkan pertumbuhan ekonomi, membantu memberantas kemiskinan, dan meningkatkan ketahanan pada saat yang bersamaan,” ujarnya.

Awal pekan ini, OPEC mengirim surat yang mendesak para anggotanya dan para sekutunya untuk menolak penyebutan bahan bakar fosil dalam kesepakatan KTT final. OPEC memperingatkan bahwa tekanan yang tidak semestinya dan tidak proporsional terhadap bahan bakar fosil dapat mencapai titik kritis.

“Ini adalah pertama kalinya Sekretariat OPEC mengintervensi pembicaraan iklim PBB dengan surat seperti itu,” kata Alden Meyer dari lembaga pemikir perubahan iklim E3G. “Ini mengindikasikan adanya kepanikan.”

Komisioner iklim Uni Eropa, Wopke Hoekstra, mengkritik surat tersebut sebagai sesuatu yang tidak sesuai dengan upaya-upaya iklim. “Oleh banyak orang, termasuk saya, hal itu dianggap tidak masuk akal, tidak membantu, dan tidak selaras dengan posisi dunia dalam hal situasi iklim kita yang sangat dramatis,” ujar Hoekstra.

Arab Saudi adalah produsen minyak terbesar di OPEC dan pemimpin de facto organisasi tersebut, sementara Rusia adalah anggota kelompok OPEC+.

Dengan bersikeras berfokus pada emisi daripada bahan bakar fosil, kedua negara ini tampaknya bersandar pada janji teknologi penangkapan karbon yang mahal. Padahal, menurut panel ilmu iklim PBB, teknologi penangkapan karbon tidak dapat menggantikan pengurangan penggunaan bahan bakar fosil di seluruh dunia.

Negosiasi Paling Sulit dalam Sejarah COP

Negara-negara lain termasuk India dan Cina tidak secara eksplisit mendukung penghapusan bahan bakar fosil di COP28, tetapi mendukung seruan populer untuk meningkatkan energi terbarukan.

Utusan iklim Tiongkok Xie Zhenhue menggambarkan pertemuan iklim tahun ini sebagai yang tersulit dalam karirnya.
“Saya telah berpartisipasi dalam negosiasi iklim ini selama 16 tahun. Pertemuan yang paling sulit adalah pertemuan tahun ini. Ada begitu banyak isu yang harus diselesaikan,” kata Xie.

COCOL88 GACOR77 RECEH88 NGASO77 TANGO77 PASUKAN88 MEWAHBET MANTUL138 EPICWIN138 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21