liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
Mengenal Istilah 'Orang Saling Berhubungan' dalam Kepabeanan

Dalam kegiatan impor, keberadaan bea masuk dan pungutan lainnya dalam rangka impor merupakan suatu keharusan. Penetapan besarnya bea masuk dan pungutan dalam rangka impor ditentukan melalui nilai pabean sebagai dasar perhitungan.

Besarnya pungutan impor sangat bergantung pada total nilai pabean, serta tarif yang dikenakan terhadap barang impor. Melalui sistem self assessment, importir memberikan data barang impor secara mandiri. Ini termasuk menghitung sendiri biaya yang harus dibayar.

Penetapan nilai pabean dilakukan melalui enam metode, yaitu metode nilai transaksi, nilai transaksi barang sejenis, nilai transaksi barang sejenis, pengurangan, perhitungan, dan pencadangan. Di antara enam cara yang digunakan untuk menentukan nilai pabean, terdapat istilah ‘Orang Terkait’. Istilah ini muncul dalam metode deduksi dan perhitungan.

Jadi, apa arti istilah ‘Orang Terhubung’? Simak ulasan singkat berikut ini.

Pengertian ‘Orang Terkait’ di Kepabeanan

Istilah ‘Orang Terkait’ dalam kepabeanan tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 144/PMK.04/2022 tentang Nilai Pabean Untuk Perhitungan Bea Masuk (PMK 144/2022). Secara khusus, istilah tersebut didefinisikan dalam Pasal 1 angka 4.

Dalam Pasal 1 angka 4 PMK 144/2022 dijelaskan bahwa ada delapan pihak yang disebut sebagai ‘Orang Terkait’. Pertama, pegawai atau pimpinan di satu perusahaan serta pegawai atau pimpinan di perusahaan lain.

Kedua, pihak-pihak yang dikenal atau diakui secara sah sebagai mitra dagang. Ketiga, karyawan dan pemberi kerja. Keempat, pihak-pihak yang salah satunya secara langsung atau tidak langsung memiliki, menguasai, atau memegang 5% atau lebih saham beredar salah satunya.

Kelima, mereka yang salah satunya secara langsung atau tidak langsung menguasai pihak lain. Keenam, mereka yang secara langsung atau tidak langsung dikendalikan oleh pihak ketiga.

Ketujuh, mereka yang secara langsung atau tidak langsung menguasai pihak ketiga. Kedelapan, mereka yang menjadi bagian dari keluarga, yaitu suami, istri, orang tua, anak, dan saudara, baik saudara kandung maupun bukan. Kemudian, kakek nenek, cucu, paman, bibi, keponakan, keponakan, ipar perempuan, ipar perempuan, ipar perempuan.

Mengenai cara pemotongan, harga satuan yang menjadi dasar penentuan nilai pabean tidak diperbolehkan apabila berasal dari transaksi jual beli dengan pembeli yang merupakan orang yang memiliki hubungan istimewa.

Istilah ‘Orang Terkait’ digunakan khusus apabila penentuan nilai pabean dilakukan dengan cara perhitungan. Sebab, metode perhitungan tersebut memang digunakan ketika penjual dan pembeli adalah ‘Orang Terkait’.

Tinjauan Metode Deduktif dan Komputasi

Seperti disebutkan sebelumnya, istilah ‘Orang Terkait’ muncul dalam perhitungan nilai pabean dengan menggunakan metode pemotongan dan perhitungan. Oleh karena itu, berikut adalah penjelasan singkat tentang metode deduksi dan perhitungan.

1. Metode Pengurangan

Mengutip Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor KEP-81/BC/1999, yang dimaksud dengan cara pemotongan adalah cara penetapan nilai pabean berdasarkan harga satuan yang terjadi dari penjualan di pasar di dalam pabean. daerah untuk beberapa hal, antara lain:

barang impor. Barang yang sama. Item serupa.

Harga satuan yang digunakan sebagai dasar perhitungan metode diskon harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

Diperoleh dari penjualan di pasar dalam daerah pabean, dimana penjual dan pembeli tidak saling berhubungan. Apakah harga satuan barang impor, barang sejenis atau barang sejenis yang dijual dalam jumlah terbesar atau jumlah agregat terbesar. Transaksi penjualan yang dilakukan, merupakan penjualan tangan pertama. Penjualan dilakukan pada tanggal yang sama dengan, atau terjadi dalam waktu 30 hari sebelum atau sesudah tanggal pendaftaran Pemberitahuan Impor Barang (PIB) barang yang nilai pabeannya sedang ditentukan. Apabila tidak terjadi penjualan dalam waktu 30 hari sebelum atau sesudah tanggal pendaftaran PIB, gunakan penjualan yang terjadi pada tanggal yang terdekat setelah tanggal pemasukan barang yang telah ditentukan nilai pabeannya, selambat-lambatnya 90 hari sejak tanggal impor barang tersebut. Transaksi tersebut bukan merupakan penjualan di pasar dalam Daerah Pabean atas barang impor, barang yang sama atau barang serupa kepada pembeli yang memberikan bantuan untuk pembuatan barang impor tersebut.

Apabila tidak ada harga satuan yang memenuhi syarat-syarat tersebut di atas, maka cara pemotongan tidak dapat digunakan untuk menentukan nilai pabean barang impor.

2. Metode Perhitungan

Sebagaimana telah disebutkan, dalam menentukan nilai pabean, metode perhitungan digunakan untuk transaksi antara ‘Pihak Terkait’. Dalam Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai nomor KEP-81/BC/1999, cara perhitungan adalah cara penentuan nilai pabean dengan menjumlahkan beberapa unsur yang membentuk nilai pabean barang impor yang bersangkutan. . Unsur-unsur yang dimaksud antara lain sebagai berikut:

Biaya atau harga bahan baku dan proses pembuatan atau proses lain yang dilakukan dalam memproduksi barang impor. Keuntungan dan pengeluaran umum yang sama atau mendekati keuntungan dan pengeluaran umum untuk penjualan barang sejenis yang dibuat oleh pabrikan di negara pengekspor untuk dikapalkan ke daerah pabean. Biaya pengangkutan dari pelabuhan muat ke tempat pemasukan di Daerah Pabean meliputi biaya pemuatan, pembongkaran, dan penanganan. Biaya asuransi.

Unsur pembentuk nilai pabean dalam metode perhitungan juga mencakup biaya-biaya, seperti komisi dan jasa perantara, kecuali komisi pembelian.

Kemudian, biaya pengemasan untuk keperluan kepabeanan menjadi bagian pengemasan barang. Kemudian, biaya pengemasan yang meliputi biaya tenaga kerja dan bahan pengemasan.

Perlu dicatat bahwa metode perhitungan hanya digunakan dalam kasus di mana penjual dan pembeli saling berhubungan, dan produsen atau pengacaranya siap untuk memberikan informasi kepada otoritas pabean tentang unsur-unsur yang membentuk nilai pabean dan siap untuk menyediakan fasilitas untuk pemeriksaan lebih lanjut jika diperlukan.