liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
BOSSWIN168 BOSSWIN168
BARON69
COCOL88
MAX69 MAX69 MAX69
COCOL88 COCOL88 LOGIN BARON69 RONIN86 DINASTI168 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 MABAR69 COCOL88
ronin86
bwtoto
bwtoto
bwtoto
master38
Logo

Risiko investasi merujuk pada kemungkinan terjadinya kerugian bagi seorang investor sebagai akibat dari kegiatan investasi yang dilakukannya. Dalam arti lain, hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan harapannya sebelumnya.

Umumnya, risiko suatu investasi sebanding dengan tingkat imbal hasil yang akan didapatkan. Jika potensi keuntungan investasi tinggi, maka risikonya juga tinggi. Hal yang sama berlaku sebaliknya, yaitu jika potensi keuntungan rendah, maka risikonya juga rendah. Konsep ini dikenal sebagai high risk-high return.

Berkaitan dengan hal tersebut, penting bagi investor untuk mengenali dan memahami tips mengurangi risiko investasi.

Ilustrasi, investasi (Pexels)

Jenis-jenis Risiko Investasi

Secara umum, investasi memiliki dua jenis risiko, yaitu risiko sistematis dan risiko tidak sistematis. Berikut ini penjelasan dan jenis-jenis keduanya:

1. Risiko Sistematis

Risiko sistematis adalah risiko eksternal yang tidak dapat dihindari atau dikendalikan. Beberapa contoh risiko sistematis adalah:

Risiko suku bunga timbul ketika terjadi kenaikan suku bunga. Dalam situasi ini, investasi dan obligasi dengan bunga akan mengalami penurunan nilai yang signifikan.

Sebaliknya, ketika suku bunga turun, nilai investasi dan obligasi berbunga akan meningkat. Risiko suku bunga dapat berdampak pada seluruh portofolio investasi seseorang.

Risiko pasar adalah risiko yang terkait dengan kondisi pasar secara keseluruhan. Fluktuasi harga, perubahan politik, dan kondisi ekonomi yang buruk adalah beberapa faktor yang dapat menyebabkan risiko pasar.

Risiko inflasi atau risiko daya beli adalah suatu risiko yang timbul akibat adanya inflasi. Ini berarti nilai uang yang diinvestasikan saat ini akan memiliki nilai yang lebih rendah di masa depan. Dampak dari risiko ini dapat mengurangi daya beli masyarakat karena kenaikan harga barang-barang.

Risiko Nilai Tukar Mata Uang

Risiko nilai tukar mata uang, atau risiko valas, adalah jenis risiko yang muncul akibat perubahan kurs mata uang asing. Hal ini dapat menyebabkan nilai tukar mata uang asing menjadi tidak sesuai dengan harapan, terutama jika nilai tersebut turun. Akibatnya, nilai konversi mata uang asing ke Rupiah menjadi lebih rendah.

Risiko komoditas adalah suatu risiko yang timbul akibat perubahan harga dari komoditas tertentu. Risiko ini biasanya dipengaruhi oleh faktor lain, seperti fluktuasi harga atau permintaan dan penawaran. Perubahan harga ini dapat berdampak negatif bagi mereka yang memiliki investasi dalam komoditas tersebut.

Risiko politik atau risiko negara adalah risiko yang timbul karena perubahan peraturan hukum di suatu negara. Dampaknya adalah hasil investasi dapat menurun atau bahkan hilang.

2. Risiko Tidak Sistematis

Risiko tidak sistematis adalah jenis risiko investasi lainnya. Risiko ini dapat dihindari atau dikendalikan melalui diversifikasi portofolio investasi. Contohnya yakni:

Risiko likuiditas adalah risiko yang timbul ketika sulitnya menyediakan uang tunai dalam periode waktu tertentu. Seringkali, hal ini terjadi ketika seseorang tidak dapat menjual asetnya karena kurangnya minat dari pihak lain atau gagal menemukan pembeli yang cocok.

Risiko reinvestasi, atau juga dikenal sebagai risiko reinvestment, adalah risiko yang muncul ketika pendapatan dari suatu investasi harus diinvestasikan kembali. Dalam banyak kasus, hasil investasi kembali ini kemungkinan akan lebih rendah dari pendapatan asli.

Risiko bisnis adalah jenis risiko investasi yang terkait dengan bisnis perusahaan tempat individu melakukan investasi. Oleh karena itu, penting bagi investor untuk memahami profil perusahaan dengan mendalam.

Tips Mengurangi Risiko Investasi

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, dalam dunia investasi, semakin tinggi imbal hasil yang diinginkan, semakin tinggi juga risiko yang harus dihadapi. Jika memilih untuk berinvestasi dengan imbal hasil yang tinggi, maka harus siap untuk menghadapi risiko yang tinggi pula.

Kendati demikian, erdapat berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi atau meminimalkan risiko investasi. Nantinya, investor dapat berinvestasi dengan tenang tanpa harus mengalami kerugian yang signifikan.

1. Penentuan Aset

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menentukan aset apa yang ingin dipilih. Setiap investor perlu mengidentifikasi tujuan investasi yang ingin dicapai, termasuk jangka waktu investasi, jenis investasi yang akan diambil, dan faktor risiko yang siap dihadapi.

2. Analisis Risiko

Setelah menentukan aset yang ingin dipilih, langkah berikutnya adalah melakukan analisis risiko. Perlu memahami sepenuhnya risiko yang mungkin terjadi dalam investasi yang dipilih.

Ilustrasi, investasi (Pexels)

 

3. Diversifikasi Investasi

Salah satu strategi untuk mengurangi risiko bisnis adalah melakukan diversifikasi investasi. Artinya, tidak disarankan untuk menempatkan semua dana dalam satu instrumen saja, tetapi harus dibagi ke beberapa portofolio.

4. Awasi Investasi secara Berkala

Penting untuk mengawasi investasi investor secara rutin guna mengurangi risiko yang mungkin terjadi. Investor perlu selalu memantau nilai aset investor, apakah sedang naik atau mengalami kerugian besar.

5. Hati-Hati dengan Penipuan

Jangan lupa untuk berhati-hati terhadap penipuan dalam dunia investasi. Pastikan perusahaan tempat investor berinvestasi telah terdaftar secara legal dan resmi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, periksa juga catatan keuangan perusahaan tersebut.

 

COCOL88 GACOR77 RECEH88 NGASO77 TANGO77 PASUKAN88 MEWAHBET MANTUL138 EPICWIN138 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21