liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
Jejak KSAL Muhammad Ali, Eks Komandan KRI Nanggala hingga Gubernur AAL

Presiden Joko Widodo hari ini, Rabu (28/12) secara resmi melantik Laksamana TNI Muhammad Ali sebagai Panglima TNI Angkatan Laut. Ali menggantikan posisi Laksamana Yudo Margono yang pernah menjabat Panglima TNI menggantikan Jenderal Andika Perkasa.

Pelantikan Muhammad Ali berlangsung di Istana Negara pada pukul 09.30 WIB. Sebelumnya, Ali menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Pertahanan Gabungan I.

Merujuk situs resmi TNI, Muhammad Ali merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-35 pada tahun 1989. Beberapa pelatihan dan pendidikan kemiliteran telah dilaluinya seperti Dikpasiswa, Dikcawak Kasel dan Kursus Ausbildung Waffenerat U Boote 206 atau kapal selam U-206. kursus di Jerman pada tahun 1997.

Tak hanya di dalam negeri, Ali juga pernah mengikuti beberapa kursus di luar negeri. Ia mengikuti pendidikan International PWO di Inggris pada tahun 1998, dan International Submarine Warfare di Inggris pada tahun 1999. Selain itu, ia lulus dari angkatan ke-40 Navy and Command College pada tahun 2003.

Karir Muhammad Ali sangat cemerlang sejak ditugaskan di KRI. Beliau mengawali tugasnya dengan menjadi Perwira Departemen Operasi Kapal Perang Sigalu-857 Republik Indonesia pada tahun 1990. Pada tahun 1992 beliau dipercaya mengarungi lautan dengan kapal selam KRI Nanggala 402. Di KRI Nanggala 402 beliau menjabat sebagai Asisten Perwira Divisi Ekasen.

Pada tahun 1993, Ali ditugaskan sebagai Perwira Torpedo di kapal selam KRI Pasopati-410. Selama dua tahun ia akhirnya diminta bertugas di kapal selam KRI Nanggala-402 sebagai Perwira Divisi Komunikasi (Padivkom). Kemudian pada tahun 1996 menjabat sebagai Kepala Bagian Perkuliahan KRI Nanggala-402.

Pada akhir 1996, dia meninggalkan Kapal selam. Ali kemudian menduduki beberapa jabatan di Komando Armada Timur dan Puslatlekdalsen Kodikal hingga tahun 2003. Setelah itu, jalan hidupnya kembali bertugas di KRI Nanggala dari tahun 2004 hingga 2005. Namun kali ini diangkat sebagai Komandan KRI Nanggala-402. .

KRI Nanggala-402 merupakan kapal cepat yang menjadi kapal serang TNI Angkatan Laut. Kapal ini tenggelam bersama 53 ABK pada April 2021 di kedalaman 838 meter di Laut Bali. Sebelum akhirnya dinyatakan sebagai bangkai kapal, pencarian bangkai kapal tersebut melibatkan lebih dari lima negara hingga akhirnya bangkai kapal tersebut ditemukan.

Dari 2006 hingga 2009, Ali kembali bertugas di luar kapal selam. Beberapa jabatan pernah diembannya hingga akhirnya pada tahun 2015 diangkat menjadi Staf Khusus KSAL dan selanjutnya menjabat sebagai Wakil Kepala Staf KSAL pada tahun 2017 hingga 2018.

Sembari berpangkat Laksamana Muda, pada tahun 2018-2019 diangkat sebagai Gubernur Akademi Angkatan Laut yang berkedudukan di Surabaya. Kemudian pada tahun 2019-2020 menjabat sebagai Panglima Komando Armada 1. Setelah setahun menjadi Komando Daerah, kemudian diangkat sebagai KSAL Asrena.

Muhammad Ali akhirnya dilantik sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I pada Agustus 2021. Pangkogabwilhan I membawahi wilayah operasi Pulau Sumatera, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Indonesia. Alur Laut (ALKI) dengan perairan sekitarnya.

Kini, Muhammad Ali resmi menjabat sebagai KSAL dengan pangkat Laksamana TNI. Ia menggantikan posisi Yudo Margono yang sudah resmi menjadi Panglima TNI.