liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
BOSSWIN168 BOSSWIN168
BARON69
COCOL88
MAX69 MAX69 MAX69
COCOL88 COCOL88 LOGIN BARON69 RONIN86 DINASTI168 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 MABAR69 COCOL88
ronin86
bwtoto
bwtoto
bwtoto
master38
Logo

Presiden Joko Widodo mengumumkan pencabutan status pandemi Covid-19 di Indonesia secara daring Rabu (21/6). Dia berkata, “Pemerintah memutuskan untuk membatalkan status pandemi dan kita memasuki masa endemik.”

Menurut mantan Direktur Penyakit Menular Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Asia Tenggara, Tjandra Yoga Aditama, pernyataan Presiden Jokowi terkait pencabutan status wabah tersebut dinilai kurang tepat. Menurut Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu, untuk memastikan situasi masih dalam keadaan pandemi atau sudah lepas dari situasi, bukan menjadi kewenangan pemerintah di satu negara.

Lalu, apa bedanya pandemi dan endemik?

Vaksinasi COVID-19 setelah pencabutan status pandemi (ANTARA FOTO/Didik Suhartono/rwa.)

Pandemi, Wabah Penyakit di Banyak Negara

Menurut Tjandra Yoga Aditama, pandemi menggambarkan situasi di banyak negara. “Kata ‘pan’ artinya semua atau banyak, jadi istilah pandemi menggambarkan kondisi semua atau banyak negara, katakanlah kondisi dunia,” katanya, Rabu (21/6) dikutip dari Antara.

Mengutip situs resmi WHO, pandemi didefinisikan sebagai penyebaran penyakit baru ke seluruh dunia yang telah menyerang banyak orang. Ini menyebar melampaui batas negara, pulau dan benua, dengan tingkat morbiditas yang lebih tinggi daripada kondisi endemik.

Pada 11 Maret 2020, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, saat mengumumkan penyebaran Covid-19 yang semakin parah, mengatakan WHO tidak sembarangan dalam menetapkan status pandemi. “Pandemi bukanlah kata yang mudah untuk digunakan, dan tidak boleh digunakan sembarangan. Jika disalahgunakan, kata pandemi dapat menyebabkan ketakutan, kekacauan, dan rasa sakit yang tidak perlu bahkan kematian,” katanya.

Menurut Ghebreyesus, keputusan WHO membunyikan alarm pandemi Covid-19 saat itu didorong oleh peningkatan jumlah kasus dan kematian akibat penyebaran virus corona di seluruh dunia dalam waktu singkat.

Saat itu, hanya dalam waktu dua minggu, WHO mencatat 118 ribu kasus penularan di 114 negara. WHO mengeluarkan pandemic alert agar semua pemerintah di dunia mengetahui penyebaran virus ini di negaranya masing-masing. “Pertama, persiapkan dan waspada. Kedua, deteksi-perlindungan-perawatan/kontrol. Ketiga, kurangi penyebaran. Keempat, berinovasi dan belajar,” ujar Ghebreyesus.

Sedangkan menurut Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, pandemi adalah wabah yang menyebar secara serentak di wilayah geografis yang luas, antar negara atau antar negara, dan menyerang banyak orang.

Enam Fase Menuju Pandemi

Untuk mendefinisikan wabah sebagai pandemi yang meluas dengan morbiditas dan mortalitas yang tinggi, ada enam tingkat situasi yang dipertimbangkan.

Pada fase pertama, penularan virus masih terbatas pada hewan dan belum terbukti menular ke manusia. Penularan ini tidak dianggap sebagai ancaman dan dianggap kurang berisiko menyebabkan wabah.

Fase kedua, virus baru dari hewan yang terbukti menular ke manusia. Virus baru ini dianggap sebagai ancaman dan berpotensi menimbulkan wabah.

Fase ketiga, penularan virus sudah melewati fase penularan dari hewan ke manusia dan menimbulkan wabah di tingkat masyarakat. Penularan ini membahayakan manusia, namun potensinya menjadi pandemi masih tergolong rendah.

Pada fase keempat, terjadi penularan virus dari manusia ke manusia dalam skala luas dan telah menyebabkan wabah di lebih dari satu komunitas. Situasi ini berpotensi menjadi pandemi sehingga perlu diwaspadai.

Pada fase kelima, ada penularan virus baru dari manusia ke manusia di setidaknya dua negara. Penyebaran lintas batas ini merupakan tanda tingginya risiko menjadi pandemi.

Pada fase keenam, ada transmisi tambahan di setidaknya satu negara. Hal ini menandakan bahwa fase pandemi telah dimulai dan pandemi global sedang berlangsung.

Dari keenam fase tersebut, kecepatan penyebaran dan pertumbuhan kasus virus baru di banyak negara (tiga negara atau lebih) menjadi faktor utama penetapan status pandemi.

Endemik, Epidemi dan Pandemi (Pandemi)

Menurut WHO, epidemi atau epidemi adalah ketika terjadi lonjakan tak terduga pada orang dengan penyakit tertentu dan terjadi di wilayah yang luas.

Pemerintah Indonesia mendefinisikan epidemi sebagai wabah penyakit menular di masyarakat yang jumlah penderitanya meningkat jauh di atas kondisi normal, pada waktu dan wilayah tertentu, yang dapat menimbulkan bencana.

Definisi tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 82 Tahun 2014 tentang Pengendalian Penyakit Menular.

Sedangkan epidemi didefinisikan sebagai penyebaran cepat suatu penyakit di wilayah yang lebih luas dan menimbulkan banyak korban. Menurut Ditjen Pelayanan Kesehatan, suatu keadaan dikatakan mewabah jika terjadi peningkatan laju penyakit di atas normal secara tiba-tiba pada penduduk di wilayah geografis tertentu.

Contoh wabah di Indonesia adalah Avian Influenza/flu burung (H5N1) di Indonesia pada tahun 2012, dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) pada tahun 2003.

Berbeda dengan endemik yang diartikan sebagai keadaan terjadinya penyakit secara terus menerus pada suatu wilayah atau wilayah geografis tertentu, seperti kasus malaria yang masih endemik di Indonesia.

Berbeda dengan epidemik yang terjadi pada wilayah geografis yang luas dan serentak, kemunculan penyakit pada kondisi endemik cenderung terus menerus dan dapat diprediksi serta hanya mencakup wilayah geografis saja. Munculnya penyakit ini juga tidak berdampak pada masyarakat luas.

Mengutip situs resmi Dirjen Yankes Kementerian Kesehatan, menurut dr. Isaac Weifuse, ahli epidemiologi di Cornell University, salah satu kendala untuk mencapai status endemik adalah kemungkinan munculnya varian Covid-19.

Status endemik di setiap negara akan ditinjau oleh WHO secara berkala sesuai indikator tertentu agar tidak menimbulkan masalah baru.

COCOL88 GACOR77 RECEH88 NGASO77 TANGO77 PASUKAN88 MEWAHBET MANTUL138 EPICWIN138 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21