liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
Faktur Pajak Pedagang Eceran, Definisi, Jenis, dan Elemennya

Dalam sistem perpajakan Indonesia, pelaku usaha berstatus Pengusaha Kena Pajak (PKP) bertugas memungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang kemudian diserahkan kepada pemerintah. Oleh karena itu, PKP wajib menerbitkan faktur pajak sebagai bukti pungutan PPN.

Seperti diketahui, Faktur Pajak merupakan bukti pungutan pajak yang dibuat oleh PKP yang menyerahkan Barang/Jasa Kena Pajak (BKP/JKP). Faktur pajak tersebut mencantumkan jumlah PPN yang harus dibayar oleh pembeli kepada penjual PKP. PPN yang tercantum pada faktur pajak merupakan pajak keluaran bagi PKP yang menyerahkan barang atau jasa tersebut.

Faktur pajak biasanya berisi nama pelanggan, alamat, produk yang dibeli, harga, dan pajak penjualan yang berlaku. Ini juga berfungsi sebagai tanda terima untuk pelanggan dan bukti transaksi.

Namun, bagaimana jika penyerahan BKP/JKP dilakukan oleh PKP yang menjalankan usaha retail? Untuk PKP jenis ini, dokumen yang digunakan adalah Faktur Pajak Pengecer. Berikut penjelasan lengkapnya.

Pengertian Faktur Pajak Pengecer

Mengutip online-pajak.com, faktur pajak pengecer merupakan jenis faktur yang diterbitkan oleh PKP pengecer. Faktur ini digunakan dalam transaksi yang melibatkan pengecer.

Pengecer PKP sendiri adalah pengusaha yang melakukan kegiatan usaha untuk BKP dan JKP dengan perincian sebagai berikut:

1. Barang Kena Pajak

Melalui beberapa gerai ritel seperti toko dan kios atau langsung mengunjungi satu tempat end-user ke tempat end-user lainnya. Penjualan kepada pengguna akhir tanpa penawaran dan pesanan tertulis sebelumnya, kontrak atau lelang. Penyerahan Barang Kena Pajak dilakukan secara tunai dan penjual tetap menyerahkan Barang Kena Pajak tersebut. Pembeli juga biasanya langsung membawa BKP yang dibeli.

2. Jasa Kena Pajak

Dilakukan melalui titik penyampaian layanan langsung ke pengguna akhir. Biasanya langsung ke end user dari satu tempat ke tempat lain. Dijual langsung ke pengguna akhir tanpa penawaran tertulis sebelumnya, pesanan tertulis, lelang atau kontrak. Dilakukan secara tunai.

Jenis Faktur Pajak Pengecer

Faktur pajak yang dibuat oleh pengecer PKP berbeda dengan jenis faktur pajak yang digunakan oleh PKP pada umumnya. Sedangkan jenis faktur pajak untuk pedagang eceran adalah sebagai berikut:

1. Bonus Tunai

Kwitansi kas merupakan salah satu jenis faktur pajak, karena dokumen ini merupakan bukti pembayaran yang berisi keterangan tentang pengambilan barang, peminjaman uang dan barang.

Informasi yang tercantum dalam uang kas meliputi nama orang/badan yang menerima uang/barang, jenis dan jumlah barang/uang yang dipinjam, tanggal peminjaman dan pengembalian uang/barang.

2. Faktur Penjualan

Faktur penjualan adalah bukti tagihan/bukti transaksi kepada pelanggan atas pembelian barang/jasa. Dokumen ini biasanya dikirimkan oleh pemasok bersamaan dengan atau setelah penyerahan barang/jasa. Formulir tersebut tidak memiliki format baku, sehingga perusahaan dapat mengubah bagian invoice sesuai kebutuhan.

3. Tanda Terima Kasir

Kwitansi kasir atau bukti pembayaran dalam bentuk kertas dapat digunakan sebagai faktur pajak, karena berisi jumlah transaksi penjualan dan jenis barang yang dijual. Dokumen ini biasanya terintegrasi dengan mesin kasir.

4. Tiket dan Tanda Terima

Tiket dapat berupa faktur pajak, karena memenuhi syarat sebagai bukti transaksi pembayaran. Begitu juga dengan kuitansi, yaitu dokumen yang menunjukkan bukti tertulis pembayaran yang berisi informasi terkait uang.

Unsur-unsur dalam tanda terima meliputi nama orang/badan yang menyerahkan uang, jumlah uang yang diserahkan, alasan penyerahan uang, dan nama orang atau badan yang menerima uang.

Elemen Faktur Pajak Pengecer

Selain terdiri dari jenis-jenis dokumen yang telah disebutkan, Faktur Pajak Pengecer juga harus memuat informasi seperti halnya Faktur Pajak pada umumnya.

Informasi yang dimaksud meliputi nama, alamat, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yang menyampaikan BKP, jenis BKP yang disampaikan, jumlah harga jual termasuk PPN/total PPN yang dicantumkan secara terpisah, PPnBM yang dipungut, serta nomor urut kode dan tanggal pembuatan tagihan.

Kode atau nomor urut faktur pajak pengecer dapat berupa nomor resi, kode faktur atau jenis kode yang telah ditentukan sendiri oleh pengecer. Faktur pajak pengecer dibuat sekurang-kurangnya dalam dua rangkap, antara lain sebagai berikut:

Lembar pertama ditujukan untuk pembeli BKP/JKP Lembar kedua ditujukan untuk pedagang eceran yang mengarsipkan faktur pajak. Lembaran kedua ini dapat berupa Faktur Pajak yang direkam pada media penyimpanan elektronik seperti compact disc (CD) atau digital data storage (DDS).