liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Dilarang Bijihnya Diekspor, Apa Guna Logam Nikel?

Presiden Joko Widodo mengatakan ekspor nikel meningkat signifikan. Pada 2014 jumlahnya Rp 17 triliun. Lalu, tahun lalu menjadi Rp 326 triliun.

Ekspor juga melonjak tahun ini. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor nikel setara US$ 4,12 miliar atau sekitar Rp 128 triliun pada kuartal I 2022. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, angkanya US$ 4 534 juta.

Semuanya terjadi, kata Jokowi, sejak pemerintah melarang ekspor nikel dalam bentuk bijih atau bahan mentah. Produsen diminta melakukan pengolahan atau pemurnian di dalam negeri dengan membangun smelter.

Ia berkesempatan menunjukkan efek hilirisasi nikel yang mendongkrak perekonomian Maluku Utara. Pertumbuhannya akan mencapai 27% secara tahunan pada kuartal ketiga tahun 2022. “Bagaimana masyarakat tidak bahagia? Inflasi 3,3%, pertumbuhan 27%,” kata Jokowi akhir bulan lalu.

Kegiatan Perusahaan Peleburan Nikel (ANTARA FOTO/Jojon/aww.)

Apa itu Nikel?

Menurut situs LiveScience, nikel adalah logam keras berwarna putih keperakan. Logam ini sangat kuat, memiliki keuletan, panas dan tahan korosi. Dalam tabel periodik, muncul di nomor 28 dengan nama Ni.

Logam ini adalah konduktor listrik dan panas yang baik. Ini adalah salah satu dari empat unsur kimia yang bersifat feromagnetik, atau mudah dimagnetisasi, pada suhu kamar. Sebagai logam transisi, nikel dapat membentuk beberapa tingkat oksidasi yang berbeda.

Bijih nikel pertama kali ditemukan pada abad ke-17 oleh penambang Jerman. Mereka menganggap logam ini sama sekali tidak berguna. Tujuan utama mereka adalah mengekstraksi tembaga. Kejadian serupa terjadi beberapa kali. Para penambang jadi pasti ada kerjaan setan di belakangnya.

Karena itu, nikel pernah disebut kupfernickel alias Old Nick. Nama itu berasal dari roh jahat dalam mitologi Saxon dan digunakan sebagai istilah sehari-hari untuk setan.

Seabad kemudian, alkemis Swedia Axel Fredrik Cronstedt mencoba memanaskan kupfernickel dengan arang. Dia menemukan berbagai sifat logam yang menarik. Cronstedt menjatuhkan nama kupfer dan menyebutnya nikel.

Nikel. (ANTARA FOTO/REUTERS/Yusuf Ahmad)

Nikel untuk Bahan Baku Apa?

Sifatnya yang tahan panas dan ulet membuat nikel digunakan untuk berbagai macam produk. Mulai dari kabel, koin, hingga peralatan militer. Pengolahan nikel menggunakan metode panas dan dingin.

Dalam risetnya di tahun 2020, McKinsey & Company menyebutkan bahwa permintaan nikel akan meningkat dari 2,2 juta metrik ton menjadi 3,5 juta menjadi 4,0 juta metrik ton pada tahun 2030. Salah satu penyebabnya adalah meningkatnya permintaan baterai.

Nikel merupakan bahan baku penting untuk baterai yang kini menjadi primadona baru di bidang energi. Kehadiran baterai diharapkan dapat menggantikan energi fosil yang telah mencemari bumi selama lebih dari satu abad.

Logam tersebut juga merupakan bahan baku utama pembuatan baja tahan karat. Baterai hanya mewakili 5% hingga 8% dari permintaan nikel saat ini. Sedangkan sisanya untuk industri stainless steel.

Area penambangan nikel PT PAM Mineral di Kampung Laroenai, Kecamatan. Bungku, Sulawesi Tengah, (PT PAM Mineral Tbk.)

Dimana Nikel Ditemukan?

China saat ini merupakan produsen nikel terbesar di dunia. Namun, sumber terbesarnya ada di Indonesia. Sekitar 52% dari cadangannya atau 72 juta ton berada di dalam negeri pada tahun 2020.

Meski masih diperdebatkan, beberapa ahli mengatakan inti bumi diyakini mengandung nikel dalam jumlah besar. Jumlahnya lebih dari dua kali lipat dari tembaga.