liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
BOSSWIN168 BOSSWIN168
BARON69
COCOL88
MAX69 MAX69 MAX69
COCOL88 COCOL88 LOGIN BARON69 RONIN86 DINASTI168 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 MABAR69 COCOL88
ronin86
bwtoto
bwtoto
bwtoto
master38
Logo Katadata

Pada Selasa (7/11), Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi atau MKMK memutuskan mencopot Anwar Usman dari jabatannya sebagai Ketua MK. Ia dinilai melanggar etik dalam pengambilan putusan Nomor 90/PPU/XXI/2023 tentang batas usia usia minimal calon presiden dan calon wakil presiden.

“Hakim terlapor terbukti melakukan pelanggaran berat terhadap kode etik dan perilaku hakim konstitusi sebagaimana tertuang dalam sapta karsa hutama, prinsip keberpihakan, prinsip integritas, prinsip kecakapan dan kesetaraan, prinsip independensi, prinsip kepantasan dan kesopanan,” ujar Ketua MKMK Jimly Asshidique dalam putusannya.

Dalam pertimbangannya, MKMK menilai Anwar melanggar etik berat karena menyidangkan perkara yang memiliki muatan benturan kepentingan. Dalam materi permohonan uji materi untuk perkara nomor 90, nama Gibran Rakabuming Raka secara eksplisit disebut. Gibran yang menjabat Wali Kota Surakarta dan putra Presiden Joko Widodo merupakan keponakan kandung istri Anwar, Idayati.

Sosok Anwar Usman tidak asing dalam lembaga peradilan Indonesia. Berikut ini ulasan selengkapnya mengenai profil, serta kekayaannya berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2022.

Ilustrasi, Anwar Usman (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/tom.)

Profil Anwar Usman

Anwar lahir di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 31 Desember 1956 dari pasangan Usman A. Rahim dan Hj. St Ramlah. Ia diketahui menikah dengan Hj. Suhada, seorang bidan. Dari pernikahan tersebut, pasangan ini dikarunia tiga anak, yakni Kurniati Anwar, Khairil Anwar, dan Sheila Anwar.

Setelah istri pertamanya meninggal pada 26 Februari 2021, ia menikah dengan Idayati, yang merupakan adik kandung Presiden Joko Widodo. Pernikahan keduanya dilangsungkan pada 26 Mei 2022.

Berikut ini profil pendidikan dan perjalanan karir Anwar Usman, yang memulai karir sebagai guru hingga berkecimpung dalam lembaga peradilan Indonesia, dan menjadi Hakim Konstitusi, dilansir dari laman resmi MK.

1. Pendidikan dan Awal Karir Anwar Usman

Anwar menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 03 Sila, Bima, dan lulus pada 1969. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan lanjutan ke Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) Bima. Pendidikan lanjutan tersebut ia tempuh selama enam tahun dan lulus pada  1975.

Lulus dari PGAN, ia kemudian menjadi guru honorer pada SD Kalibaru, sembari melanjutkan pendidikannya ke jenjang S1, di Fakultas Hukum Universitas Islam Jakarta dan lulus pada 1984.

Berhasil meraih gelar Sarjana Hukum pada 1984, Anwar mencoba ikut tes menjadi calon hakim. Ia lulus dalam ujian tersebut dan diangkat menjadi Calon Hakim Pengadilan Negeri Bogor pada 1985. Perjalanan kariernya kemudian berlanjut menjadi hakim di Pengadilan Negeri Atambua dan Pengadilan Negeri Lumajang.

Selama berkarir sebagai hakim, Anwar juga menempuh pendidikan magister atau S2 dan selesai pada 2001. Ia juga melanjutkan studi strata tiga (S3) dan meraih gelar doktor dari Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2010.

2. Berkarir di Mahkamah Agung dan Pengadilan Tinggi

Tidak berhenti di tingkat Pengadilan Negeri, karir Anwar terus menanjak hingga ke Mahkamah Agung (MA). Di lembaga peradilan tertinggi Indonesia ini, jabatan yang pernah diembannya, antara lain Asisten Hakim Agung selama 1997-2003. Kemudian berlanjut menjadi Kepala Biro Kepegawaian MA selama 2003-2006.

Lalu pada 2005, dirinya diangkat menjadi Hakim Pengadilan Tinggi Jakarta merangkap Kepala Biro Kepegawaian. Jabatan sebagai Hakim di Pengadilan Tinggi Jakarta ini, ia emban selama enam tahun, hingga 2011. Dalam periode ini, ia juga menjabat sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan (MA).

3. Terpilih sebagai Hakim dan Ketua Mahkamah Konstitusi

Karir Anwar terus menanjak hingga menjadi Hakim MK pada 2011 hingga 2016 atau selama lima tahun. Posisi ini ia lanjutkan dengan masa bakti kedua mulai 2016 hingga 2026.

Ia mengakui tidak asing dengan lembaga peradilan yang berdiri sejak 2003 ini. Selain dari keilmuan yang didalami, ia pun sudah lama mengenal beberapa Hakim Konstitusi, seperti Hamdan Zoelva, dan Akil Mochtar.

“Saya sudah sering berkomunikasi dengan Pak Hamdan sejak beliau menjadi Anggota Komisi II DPR. Begitu juga halnya dengan Akil Mochtar,” kata Anwar, dikutip dari laman resmi MK.

Menurutnya, semenjak MK berdiri pada 2003 ia selalu mengikuti perkembangannya, sehingga tidak sulit untuk beradaptasi dengan lingkungan di lembaga ini.

Tak berhenti sebagai Hakim Konstitusi, karir Anwar di MK berlanjut sebagai Wakil Ketua MK selama 2015-2018, dan kemudian terpilih sebagai Ketua MK pada 2018. Jabatan ini ia pegang hingga ia diberhentikan/dicopot oleh MKMK pada 7 November 2023.

Ilustrasi, Anwar Usman usai pengucapan sumpah Ketua dan Wakil Ketua MK (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.)

Kekayaan Anwar Usman

Berdasarkan LHKP 2022, Anwar diketahui memiliki total kekayaan sebesar Rp 33.492.312.061, dengan perincian sebagai berikut:

1. Tanah dan Bangunan

Anwar diketahui memiliki 31 aset tanah dan bangunan dengan total nilai Rp 5.176.100.000. Aset tanah dan bangunan yang ia miliki, antara lain sebagai berikut:

Tanah Seluas 297 m2 di Kab/Kota Bima, warisan Rp 141.000.000 Tanah Seluas 17.000 m2 di Kab/Kota Bima, warisan Rp 300.000.000 Tanah Seluas 5.100 m2 di Kab/Kota Bima, warisan Rp 100.000.000 Tanah Seluas 2.700 m2 di Kab/Kota Bima, warisan Rp 81.000.000 Bangunan Seluas 144 m2 di Kab/Kota Bekasi, hasil sendiri Rp 125.000.000 Bangunan Seluas 216 m2 di Kab/Kota Bima, hasil sendiri Rp 765.000.000 Bangunan Seluas 216 m2 di Kab/Kota Bima, hasil sendiri Rp 171.000.000 Tanah Seluas 1.000 m2 di Kab/Kota Bima, warisan Rp 41.000.000 Tanah Seluas 1.800 m2 di Kab/Kota Bima, warisan Rp 61.000.000 Tanah Seluas 2.300 m2 di Kab/Kota Bima, warisan Rp 81.000.000 Tanah Seluas 800 m2 di Kab/Kota Bima, warisan Rp 41.000.000 Tanah Seluas 2.300 m2 di Kab/Kota Bima, warisan Rp 81.000.000 Tanah Seluas 1.200 m2 Kab/Kota Bima, warisan Rp 51.000.000 Tanah Seluas 3.300 m2 di Kab/Kota Bima, warisan Rp 76.000.000 Tanah Seluas 580 m2 di Kab/Kota Bima, warisan Rp 26.000.000 Tanah Seluas 600 m2 di Kab/Kota Bima, warisan Rp 26.000.000 Tanah Seluas 5.967 m2 di Kab/Kota Bima, warisan Rp 71.000.000 Tanah Seluas 1.000 m2 di Kab/Kota Bima, hasil sendiri Rp 51.000.000 Tanah dan Bangunan Seluas 223 m2 di Kab/Kota Bekasi, hasil sendiri Rp 70.000.000 Tanah Seluas 2.899 m2 di Kab/Kota Bima, hasil sendiri Rp 92.000.000 Tanah Seluas 2.000 m2 di Kota Tangerang Selatan, hasil sendiri Rp 65.000.000 Tanah dan Bangunan Seluas 801 m2/126 m2 di Kota Tangerang Selatan, hasil sendiri Rp 155.000.000 Tanah Seluas 280 m2 di Kab/Kota Lumajang, hasil sendiri Rp 8.000.000 Tanah Seluas 144 m2 di Kab/Kota Bekasi, hasil sendiri Rp 111.000.000 Tanah dan Bangunan Seluas 759 m2/65 m2 di Kota Tangerang Selatan, hasil sendiri Rp 1.610.000.000 Tanah Seluas 208 m2 di Kota Tangerang Selatan, hasil sendiri Rp 376.000.000 Tanah Seluas 112 m2 di Kota Tangerang Selatan, hasil sendiri Rp 211.000.000 Tanah Seluas 8.790 m2 di Kab/Kota Bima, hasil sendiri Rp 70.000.000 Tanah Seluas 1.753 m2 di Kab/Kota Bima, hasil sendiri Rp 41.000.000 Tanah Seluas 986 m2 di Kab/Kota Bima, hasil sendiri Rp 7.100.000 Tanah Seluas 8.959 m2 di Kab/Kota Bima, hasil sendiri Rp 71.000.000

Ilustrasi, Anwar Usman (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.)

2. Alat Transportasi dan Mesin

Untuk kategori aset berupa alat transportasi dan mesin, total nilai yang dimiliki Anwar tercatat sebesar Rp 301.000.000, dengan perincian sebagai berikut:

Mobil, Toyota Minibus tahun 2002, hasil sendiri Rp 80.000.000 Motor, Honda tahun 2005, hasil sendiri Rp 3.000.000 Mobil, Toyota Minibus tahun 2008, hasil sendiri Rp 105.000.000 Mobil, Toyota Kijang Minibus tahun 1997, hasil sendiri Rp 18.000.000 Mobil, Toyota Corolla Altis tahun 2002, hasil sendiri Rp 95.000.000

Selain aset tanah dan bangunan, serta alat transportasi dan mesin, kekayaan Anwar juga terdiri dari harta bergerak lainnya Rp 300.000.000, surat berharga Rp 123.000.000, serta kas dan setara kas Rp 27.592.212.061.

COCOL88 GACOR77 RECEH88 NGASO77 TANGO77 PASUKAN88 MEWAHBET MANTUL138 EPICWIN138 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21