liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
Cegah Risiko Profit PLN, Aturan Ekspor Impor Listrik PLTS Atap Dihapus

Kementerian ESDM menyebut, hasil revisi Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 26 Tahun 2021 tentang PLTS Atap akan menghapus ketentuan ekspor-impor ketenagalistrikan.

Tujuan penghapusan ketentuan ekspor impor listrik adalah untuk mengurangi dampak negatif PLTS atap terhadap keuangan PLN. Keputusan ini dinilai mendukung sisi komersial perusahaan listrik nasional yang lebih sehat.

Dirjen Energi Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) yang baru, Dadan Kusdiana mengatakan, kelebihan nilai listrik dari sistem PLTS atap pelanggan ke jaringan PLN ke depan tidak diperhitungkan.

“Ketentuan ekspor-impor dihapuskan dalam draf revisi Peraturan Menteri ESDM sehingga secara komersial akan mengurangi dampak ke pihak PLN,” kata Dadan melalui SMS, Kamis (25/5).

Meski pemerintah menghapus mekanisme ekspor-impor, Dadan mengatakan revisi Peraturan Menteri ESDM itu tetap bisa mendorong minat masyarakat untuk memasang PLTS atap dengan menetapkan kuota, mandat infrastruktur pendukung, dan menghapus biaya operasional.

“Capacity fee atau capacity charge yang sebelumnya diterapkan pada pelanggan industri, ke depan tidak akan diterapkan pada semua kategori pelanggan,” ujar Dadan.

Bagi pelanggan PLTS Atap eksisting, ketentuan peraturan sebelumnya tetap diberlakukan dengan jangka waktu sepuluh tahun sejak PLTS Atap beroperasi.

Melalui regulasi terbaru ini, pengguna dibebaskan dari batasan kapasitas instalasi per pelanggan dari PLN. Penghapusan batas kapasitas ini bertujuan untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada konsumen untuk memasang PLTS rooftop.

Singkatnya, pengguna dapat memasang PLTS atap tanpa ada batasan kapasitas selama pengguna tidak mengekspor listrik ke jaringan PLN dan kuota yang disediakan masih tersedia.Besarnya kuota akan ditentukan oleh Kementerian ESDM. yang akan dijalankan oleh PLN sebagai badan usaha.

Penerapan sistem kuota pembangunan PLTS atap merupakan ketentuan baru untuk menjawab persoalan pembatasan kapasitas instalasi listrik PLTS atap maksimal 15% dari total kapasitas listrik terpasang pelanggan rumah tangga dan industri oleh PLN. .

“Kapasitas PLTS atap yang sebelumnya dibatasi 100% daya langganan, ke depan tidak akan ada batasan asalkan mengikuti kuota pembangunan PLTS atap,” kata Dadan.

Progres pembahasan revisi Permen sedang dalam proses persiapan menuju koordinasi dengan Kementerian Hukum dan HAM. “Peraturan Menteri ESDM Revisi ini kami targetkan dalam waktu dekat ini agar pelaksanaan program PLTS Atap dapat berjalan maksimal,” ujar Dadan.

Kementerian ESDM menyatakan, kapasitas input pembangkit listrik energi baru dan terbarukan (EBT) yang terpasang tahun ini bertambah 368 MW. Sebagai gambaran, 368 MW diperkirakan dapat menyuplai listrik bagi lebih dari 400 ribu rumah yang memiliki kapasitas daya 900 VA.

Penambahan input listrik bersih tahun depan akan terbagi dalam beberapa proyek, mulai dari PLTA 136 MW, PLTS 161 MW, PLTP 13 MW, dan pembangkit listrik tenaga bioenergi atau PLT Bioenergi berkapasitas 58 MW.

Hasil shock EBT akan dialokasikan untuk masuk ke jaringan listrik PLN. Selain itu, pemerintah juga memasang target untuk menambah pemasangan PLTS puncak 100 MW di atap.