liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
Antara Bisnis dan Politik, Rekam Jejak Sandiaga Jelang Pilpres 2024

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno memastikan akan mendukung pencalonan Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Petinggi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prasetyo Hadi mengatakan, Sandiaga sebagai kader partai tetap teguh mendukung Prabowo.

Konfirmasi ini didapat dari pertemuan antara Prabowo dan Sandiaga, serta pengurus partai lainnya. Pertemuan ini untuk menjawab isu pencalonan Sandiaga pada pemilu 2024 dengan dukungan partai lain.

Jelang pertemuan, sinyal keikutsertaan Sandiaga untuk maju ke Pilpres 2024 semakin kuat seiring dengan kehadirannya di rapat Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Pengurus Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad bahkan mengaku sudah mendengar kabar dari PPP terkait rencana Sandiaga beralih ke partai berlogo Kabah.

(Baca: Kenal Prabowo, Sandiaga Uno Vokal Dukung Calon Presiden)

Keikutsertaan dalam pemilihan presiden 2024 akan menandai kembalinya Sandiaga ke kontes politik ini. Pada Pilpres 2019, pria kelahiran Pekanbaru, Riau ini mencalonkan diri sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo. Pasangan ini akhirnya kalah dengan 44,5% bagian suara.

Jauh sebelum maju ke pemilihan presiden 2019, Sandiaga memulai karirnya di sektor jasa keuangan. Pria berusia 53 tahun itu mulai bekerja di Bank Summa, yang merupakan bagian dari perusahaan induk pengusaha Edward Soeryadjaya pada tahun 1990.

Kariernya di Bank Summa tidak bertahan lama. Pada tahun 1993, Sandiaga bergabung sebagai manajer investasi di perusahaan jasa keuangan asal Singapura, Seapower Asia Investment. Hanya dua tahun kemudian, pria dengan gelar master di bidang administrasi bisnis ini pindah ke NTI Resources di Kanada untuk menjadi wakil presiden eksekutif. Ini adalah perusahaan energi.

Karir Sandiaga mencapai titik balik pada tahun 1998. Sandiaga kehilangan pekerjaannya di NTI Resources karena perusahaannya bangkrut. Sandiaga dan pengusaha Rosan Roeslani akhirnya mendirikan perusahaan penasihat keuangan, PT Recapital Advisors, pada 1997.

(Baca: Gerindra Sebut Keinginan Sandiaga Uno Gabung PPP, Demi Pilpres?)

Pada tahun 1997, Sandiaga dan pengusaha Edwin Soeryadjaya juga mendirikan perusahaan investasi PT Saratoga Investama Sedaya. Perusahaan, dengan nama sandi SRTG, menulis bahwa “pada saat investor cenderung menghindari krisis, para pendiri Saratoga termotivasi untuk mendukung negara mereka di masa-masa sulit ini, serta melihat peluang untuk berinvestasi dalam ekonomi yang perlahan pulih.”

Sandiaga mulai beralih ke politik dari bisnis penuh waktu pada tahun 2015. Dia meninggalkan posisinya sebagai Presiden Direktur Saratoga Investama Sedaya dan bergabung dengan Parti Gerindra sebagai anggota dewan.

Bergabung dengan Partai Gerindra membuat Sandiaga mencalonkan diri dalam pemilihan gubernur (Pilgub) DKI Jakarta pada 2017. Ia mencalonkan diri sebagai calon wakil gubernur bersama Anies Baswedan, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Pasangan calon Anies-Sandiaga meraih 57,96% perolehan suara pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017. Mereka sukses mengalahkan pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat.

Namun, Sandiaga meninggalkan jabatan Wakil Gubernur DKI Jakarta sebelum akhir masa jabatannya yang seharusnya jatuh pada Oktober 2022. Pasalnya, ia mengikuti Pilpres 2019.

Sandiaga kembali menjabat publik saat terpilih oleh Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada Desember 2020. Sandiaga menggantikan Wishnutama yang merupakan eks perusahaan jaringan televisi swasta PT Net Mediatama Televisi (Net).

Rekam jejak Sandiaga membuat popularitasnya terkait Pilpres 2024, khususnya sebagai calon wakil presiden. Institute for Political Indicators Research melaporkan, Sandiaga meraih 13% suara dalam jajak pendapat calon wakil presiden untuk pemilihan presiden mendatang. Ini berdasarkan survei terhadap 1.220 responden antara 1 dan 6 Desember 2022.

Sandiaga hanya kalah dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang memperoleh 21,6% suara.

Sebelumnya, Sandiaga telah menyatakan kesediaannya mencalonkan diri di Pilpres 2024. Jika ada parpol yang menginginkannya, dia akan berunding dengan Prabowo. Namun, keputusan ini ada pada partai politik, katanya.