liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) baru saja melantik sekretariat bersama untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Sebelumnya, kedua partai ini sepakat membentuk Gabungan Indonesia Raya (KIR) pada Agustus 2022.

Ketua PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan Ketua Gerindra Prabowo Subianto menghadiri peresmian sekretariat bersama di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (23/1).

Cak Imin mengatakan PKB dan Gerindra merupakan dua partai yang saling melengkapi. Namun, kata dia, koalisi akan lebih kuat jika ada partai lain yang bergabung.

(Baca: Prabowo dan Cak Imin Resmikan Sekretariat)

Didirikan pada tahun 1998, PKB berawal dari usulan “kewarganegaraan” dari organisasi Islam Nahdlatul Ulama (NU). Umat ​​Islam yang berafiliasi dengan NU mengusulkan pendirian partai politik di tengah pemulihan demokrasi dari kediktatoran Presiden Soeharto.

Terbentuknya PKB juga dipengaruhi oleh pemikiran ulama NU. Beberapa di antaranya adalah Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Said Aqil Siroj, dan Mustofa Bisri (Gus Mus). Cak Imin juga merupakan bagian dari tim yang mencatat dan merumuskan usulan dari “warga” NU.

PKB mulai mengikuti pemilu 1999 dan meraih 12,61% perolehan suara. Ini tertinggi ketiga. Partai ini bersaing dengan 47 partai termasuk partai-partai yang sudah lebih dulu terbentuk seperti Golkar dan PDIP.

PKB sempat mengalami tren penurunan perolehan suara hingga Pemilu 2009. Saat itu partai ini hanya meraih 4,94% perolehan suara. Ini menandai penurunan sebesar 5,63 poin persentase dari pemilu sebelumnya.

Pada Pemilu 2019, PKB berhasil meningkatkan perolehan suaranya menjadi 9,69%. Di DPR, partai ini membentuk koalisi untuk mendukung pemerintah. Hal ini sesuai dengan posisinya dalam pemilihan presiden tahun itu.

Sejak pemilihan presiden 2009, PKB cenderung mendukung calon petahana. Pada pemilihan presiden 2009 misalnya, partai ini bergabung dalam koalisi yang mempertemukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono.

Pada Pilpres 2019, PKB mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi). Selain sejalan dengan posisinya pada 2014, dukungan ini juga terkait pencalonan Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presiden mendampingi Presiden Jokowi.

Sejak 2009, PKB tidak pernah berkoalisi dengan Partai Gerindra. KIR merupakan kombinasi pertama dari kedua partai tersebut untuk pemilihan presiden.