liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Laksamana Yudo Margono, KSAL Ketiga yang Menjadi Panglima TNI

Presiden Joko Widodo secara resmi melantik Laksamana Yudo Margono sebagai Panglima TNI pada Senin (19/12). Yudo merupakan Panglima Angkatan Laut (KSAL) ketiga yang menjadi Panglima Tertinggi.

Nama pertama adalah Laksamana Widodo Adi Sutjipto yang menjabat sebagai Panglima TNI dari tahun 1999 hingga 2002. Sedangkan nama kedua adalah Laksamana Agus Suhartono dari tahun 1910 hingga 2013.

Sama seperti dua pendahulunya, Yudo memulai karirnya sebagai seorang pelaut dan pernah memimpin sebuah kapal perang. Yudo lahir di Madiun pada 26 November 1965. Setelah lulus Akademi Militer Indonesia pada 1988, ia langsung menjadi Asisten Perwira Divisi Senjata Artileri Rudal di Kapal Republik Indonesia (KRI) Wilhelmus Zakaria Johannes (YNS) 332.

Setelah itu menjadi Kepala Bagian Operasi Penghancur KRI Ki Hajar Dewantara. Yudo kemudian ditugaskan sebagai komandan beberapa kapal perang sebelum akhirnya menjadi komandan KRI Ahmad Yani, bekas fregat angkatan laut Belanda.

Kariernya menanjak dengan menjadi Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Tual pada 2004 hingga 2008 dan Lanal Sorong pada 2008 dan 2010. Yudo kemudian menjadi Komandan Satuan Kapal Cepat (Satkat) Komando Armada Timur (Koarmatim) hingga 2011. .

Saat itu ia menjabat sebagai Komandan Satkor Koarmatim dan Komandan Kolat Armada Indonesia Wilayah Barat (Armabar). Setelah itu, ia resmi naik bintang satu sebagai Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) Belawan pada 2015.

Setahun kemudian, karirnya menanjak menjadi Kepala Staf Koarmabar hingga 2017. Ia kemudian menjadi Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan I) pada 2019 dan KSAL pada 2020.

Meski begitu, ia mengalami ujian besar saat KRI Nanggala tenggelam di Laut Bali pada 2021. Kapal selam itu tenggelam hingga mengakibatkan 53 awak kapal meninggal dunia.

Nama Yudo sebenarnya sudah muncul sebagai calon Panglima TNI sejak akhir tahun lalu. Namun, tahun lalu Jokowi memilih Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima.